Daily Share

Kelahiran Putra Pertama

09.05.08 | 3 Comments

From My Son

Alhamdulillah 13 Agustus lalu putra pertama kami telah lahir dengan proses persalinan normal dan dengan kondisi bayi yang sehat. Sedikit flashback tentang proses persalinan yang tidak terlalu lama….

13 Agustus lalu pagi hari pukul 05.00 WIB isteri saya mulai merasakan ada yang aneh, keluar cairan berwarna merah jambu pada saat ingin buang air kecil, kami berdua sama sekali tidak merasakan hal-hal yang aneh akan kejadian itu, malahan saya dan isteri masih sempat olahraga pagi, namun karena terdapat cairan susulan yang keluar dengan intensitas tidak terlalu banyak akhirnya saya menelpon layanan konsultasi kebidanan yang diberikan oleh klinik tempat isteri kontrol setiap bulannya.

Pukul 05.30 lewat telepon bidan mengatakan bahwa keluarnya cairan tersebut merupakan pertanda proses persalinan akan segera berlangsung. Mendengar perkataan itu saya dan isteripun masih biasa-biasa saja, karena dokter maupun bidan memperkirakan bahwa kelahiran bayi akan berlangsung pada minggu ke-40 yang katanya akan terjadi pada awal bulan september 2008. Berusaha melaksanakan yang bidan perintahkan, akhirnya saya dan isteri berangkat menuju klinik bersalin tempat kami biasa kontrol.

Pukul 07.30 isteri saya masuk ke dalam ruang persalinan untuk dicek apakah benar akan segera terjadi proses persalinan. Kurang lebih 30 menit akhirnya bidan telah mengetahui hasilnya, dan ternyata telah terjadi pecah ketuban pada isteri saya, dan telah terjadi pembukaan satu pada bayi kami berdua. Setelah mendapatkan hasil tersebut sayapun mulai diberikan pengarahan oleh pihak klinik, bahwa harus dilakukan tindakan tanggap atas isteri saya yang telah mengalami pembukaan satu. Setelah konsultasi dengan bidan dan dokter, akhirnya isteri saya harus diinduksi untuk mendapatkan rangsangan terhadap bayi. Tindakan induksi harus dilakukan karena telah terjadi pecahnya ketuban. Sayapun dijelaskan apa pengertian induksi dan sejauh mana induksi harus dilakukan, karena pengarahan yang diberikan sangat mudah saya terima, akhirnya sayapun menandatangi persetujuan untuk dilakukan induksi atas isteri saya dan persetujuan untuk melahirkan di klinik bersalin tersebut.

Pukul 08.00 WIB saya dan isteri telah berada di ruang rawat dan induksipun telah dilakukan. Tidak seperti yang saya bayangkan, ternyata cukup lama sekali reaksi dari proses induksi tersebut, akan tetapi bidan perawat memberikan informasi bahwa proses induksi berjalan dengan normal dan baik, karena pada pukul 12.00 WIB telah terjadi pembukaan 2 akhir, dan berlangsung ke pembukaan 7 pada pukul 13.00 WIB.

Akhirnya pada pukul 13.15 WIB isteri dan saya masuk ke ruang bersalin, sayapun tidak berhenti hanya sampai di pintu ruang bersalin, tetapi menemai isteri di dalam ruang bersalin. Menunggu detik demi detik sakit yang dirasakan oleh isteri karena bayi di dalam kandungan akan segera keluar.

Pukul 13.55 WIB alhamdulillah isteri saya berhasil melahirkan putra pertama kami dengan selamat dan sehat, dengan berat badang 2,8 kg dan tinggi 49 cm. Saya yang menyaksikan langsung proses persalinan tersebut tidak dapat berkata apa-apa, linangan air mata dan tidak henti mengucapkan syukur atas keberhasilan proses persalinan tersebut. Tanpa sadar pelukan dan kecupan sayang untuk isteri saya berikan di dalam ruang bersalin tersebut.. hee….hee… maaf ya bu bidan… jangan ngiri…

Pemberian Nama

Menurut ajaran agama Islam setelah bayi dilahirkan, pada hari ketujuh atau kelipatannya terdapat anjuran yang cukup kuat untuk mengakikahkan anak dengan memotong dua ekor kambing untuk anak laki-laki, memotong rambut dan memberikan anak tersebut nama.

Almer Daffa Kelana, nama putra pertama yang kami berikan. Kata-kata tersebut saya rangkai dari buku penamaan bayi yang sempat saya beli pada bulan ke-5 kehamilan isteri, proses pemilihan namapun terbilang cukup singkat dan tanpa kompromi dengan pihak-pihak lain, kecuali isteri yang langsung menyatakan setuju dengan nama tersebut. Semoga dengan nama Almer Daffa Kelana dapat menjadikan anak laki-laki kami sesuai dengan yang kami doakan dan harapkan. Amin.

Hadiah Menjelang Bulan Puasa

Banyak rekan-rekan kantor saya menyindir saya dengan perkataan “Kenapa gak dikeluarin pas tanggal 17 Agustus aja…?? kayak Cucunya pak SBY..???”, saya hanya tertawa saja mendengarkan perkataan tersebut. Yang pasti puji serta syurkur tak hentinya kami panjatkan kepada Allah. SWT, ini merupakan anugerah terbesar untuk saya dan isteri menjelang bulan puasa ramadhan 1429 H.

Bangun Malam, Begadang, Mata Merah

Ternyata isteri dan saya mulai merasakan asyiknya merawat anak kami Almer Daffa Kelana, hampir setiap malam pukul 23.00 hingga pukul 05.00 WIB adalah waktu rutin akan kami bangun, sehingga setiap dua jam sekali isteri saya harus bangun untuk menyusui sang buah hati. Karena saya tidak ikut menyusui, saya hanya mendampingi sambil menyaksikan aksi hisap menghisap Almer Daffa Kelana kalau sedang menyusui.

Dengan kejadian tersebut sudah dua minggu ini saya selalu merasakan kantuk ketika ingin berangkat ke kantor…he…he… namanya juga bapak baru.

Share/Save/Bookmark

Related Post

Great Mobile Sites

3 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.
Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

:

:

Comment Preview

« The Lapindo’s Hot Mud, Never Ending Story
» Google Chrome, The Next Firefox Killer