<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Demo BBM, Politik Bodoh, Menurut Saya</title>
	<atom:link href="http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 01:04:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: ncomputing penganti-pc</title>
		<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2132</link>
		<dc:creator>ncomputing penganti-pc</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 09:05:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2132</guid>
		<description>napa BBM harus dinaikan lagi,,,kasihani dunk rakyat kecil,,,jadi kesel ni..[-(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>napa BBM harus dinaikan lagi,,,kasihani dunk rakyat kecil,,,jadi kesel ni..<img src='http://blog.micokelana.com/smilies/yahoo_silent.gif' alt='&#91;&#45;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#91;&#45;&#40;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ipan Pranashakti KIP</title>
		<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2128</link>
		<dc:creator>Ipan Pranashakti KIP</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 01:36:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2128</guid>
		<description>Hasi saya baca koran pagi, 50% usaha transportasi rakyat sudah mulai tidak berfungsi, dan dikawatirkan bankrut sebagaian. Lalu nelayan banyak beralih usaha karena BBM untuk melaut tidak sepadan dengan hasil. Banyak penjual gorengan mulai tidak buka, minyak tanah mahal, tepung naik drastis (faktor BBM, dll), juga minyak kelapa melonjak luar biasa, harga kedele naik akhirnya tempe tahu juga naik.

Pertanyaannya, apakah itu dampak keberhasilan penghilangan subsidi?? Dinaikin 10.000 pun pengusaha itu tidak semati/sebangkrut mereka-mereka itu. Karena jejaring Cash FLow nya lebih stabil daripada rakyat kecil. 

Untuk menghilangkan kerakusan makan ikan paus, bukan berarti lahan makan si ikan tongkol juga di kurangi/dibatasi/diisolasi dengan regulasi harga. 

Perekonomian swa/atau madari negara berkembang seharunya menik beratkan pada minimal 3 pilar harga/unsure dasar pembangunan masyarakat:
1. Murah/terjangkaunya biaya kesehatan dan jaminan 
kesehatan (Dengan BBM naik biaya operasioal makin tinggi)
2. MUrahnya/terjangkaunya biaya pendidikan dan jaminan fasilitas pendidikan yang kondusif teritegrasi negara(Dengan BBM naik biaya operasioal makin tinggi)
3. Murahnya faktor biaya dasar masyarakat /Public Needed, antara lain : minyak, beras, sembako,dll

Jadi kalo mahasiswa DEmo, asal aspiratif maka lebih terhormat daripada DPRD, POlisi yang berkelahi di Rapat dan kantor2 mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hasi saya baca koran pagi, 50% usaha transportasi rakyat sudah mulai tidak berfungsi, dan dikawatirkan bankrut sebagaian. Lalu nelayan banyak beralih usaha karena BBM untuk melaut tidak sepadan dengan hasil. Banyak penjual gorengan mulai tidak buka, minyak tanah mahal, tepung naik drastis (faktor BBM, dll), juga minyak kelapa melonjak luar biasa, harga kedele naik akhirnya tempe tahu juga naik.</p>
<p>Pertanyaannya, apakah itu dampak keberhasilan penghilangan subsidi?? Dinaikin 10.000 pun pengusaha itu tidak semati/sebangkrut mereka-mereka itu. Karena jejaring Cash FLow nya lebih stabil daripada rakyat kecil. </p>
<p>Untuk menghilangkan kerakusan makan ikan paus, bukan berarti lahan makan si ikan tongkol juga di kurangi/dibatasi/diisolasi dengan regulasi harga. </p>
<p>Perekonomian swa/atau madari negara berkembang seharunya menik beratkan pada minimal 3 pilar harga/unsure dasar pembangunan masyarakat:<br />
1. Murah/terjangkaunya biaya kesehatan dan jaminan<br />
kesehatan (Dengan BBM naik biaya operasioal makin tinggi)<br />
2. MUrahnya/terjangkaunya biaya pendidikan dan jaminan fasilitas pendidikan yang kondusif teritegrasi negara(Dengan BBM naik biaya operasioal makin tinggi)<br />
3. Murahnya faktor biaya dasar masyarakat /Public Needed, antara lain : minyak, beras, sembako,dll</p>
<p>Jadi kalo mahasiswa DEmo, asal aspiratif maka lebih terhormat daripada DPRD, POlisi yang berkelahi di Rapat dan kantor2 mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rangga</title>
		<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2127</link>
		<dc:creator>rangga</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 04:12:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2127</guid>
		<description>subsidi pengertian pemerintah sekarang kalau yang saya lihat adalah yang seharusnya pemerintah dapatkan dari Migas, sesuai dengan harga New York. Pemerintah masih takut dg Amrik. Padahal beli dari Suddan aja lebih Murah. yang saya tau udah beli dari Suddan tapi ko pake Harga Amrik?, sisanya kemana?. Yang dikeluarkan oleh Pemerintah memang gk nyampe 1000/liter. tapi sy lebih setuju Migas dijual dg Harga New york aja. Pasti pendapatan negara jauh lebih besar. daripada untuk yg orang kaya tadi yang punya mobil banyak. Harga Minyak menurut ahli-ahli ekonomi katanya kalau ingin meningkatkan negara harus disesuaikan dengan harga minyak dunia. Supaya masyarakat lebih berusaha. Sekali lagi pa ipan, saya hanya pake BBM 2 liter / hari. tidak seperti orang kaya yang bisa 40 liter minimal seharinya. Dana dari Migas untuk bentuk BUMN tentang Transportasi murah saja saya lebih setuju.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>subsidi pengertian pemerintah sekarang kalau yang saya lihat adalah yang seharusnya pemerintah dapatkan dari Migas, sesuai dengan harga New York. Pemerintah masih takut dg Amrik. Padahal beli dari Suddan aja lebih Murah. yang saya tau udah beli dari Suddan tapi ko pake Harga Amrik?, sisanya kemana?. Yang dikeluarkan oleh Pemerintah memang gk nyampe 1000/liter. tapi sy lebih setuju Migas dijual dg Harga New york aja. Pasti pendapatan negara jauh lebih besar. daripada untuk yg orang kaya tadi yang punya mobil banyak. Harga Minyak menurut ahli-ahli ekonomi katanya kalau ingin meningkatkan negara harus disesuaikan dengan harga minyak dunia. Supaya masyarakat lebih berusaha. Sekali lagi pa ipan, saya hanya pake BBM 2 liter / hari. tidak seperti orang kaya yang bisa 40 liter minimal seharinya. Dana dari Migas untuk bentuk BUMN tentang Transportasi murah saja saya lebih setuju.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2125</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 03:14:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2125</guid>
		<description>rangga, Ipan : klo masalah itung2an subsidi BBM saya juga lebih milih gak setuju,terus masalah itung2an solusi BBM kita jangan dibandingkan dengan harga luar negeri saya juga bingung, biarin pakar aja ygn itung2an.
Saya kasihan ngeliat temen2 yang katanya MAHASISWA ribut mulu, korban fisik dan hati cuman untuk masalah BBM aja, mendingan mereka anteng2 belajar biar bisa benerin negara kita tercinta ketika mereka lulus nanti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>rangga, Ipan : klo masalah itung2an subsidi BBM saya juga lebih milih gak setuju,terus masalah itung2an solusi BBM kita jangan dibandingkan dengan harga luar negeri saya juga bingung, biarin pakar aja ygn itung2an.<br />
Saya kasihan ngeliat temen2 yang katanya MAHASISWA ribut mulu, korban fisik dan hati cuman untuk masalah BBM aja, mendingan mereka anteng2 belajar biar bisa benerin negara kita tercinta ketika mereka lulus nanti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ipan Pranashakti KIP</title>
		<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2107</link>
		<dc:creator>Ipan Pranashakti KIP</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 15:08:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2107</guid>
		<description>Subsidi itu sebenernya apa sih?????

Kalo rakyat beli 1 liter 5000,sedangkan ongkos produksi 6000, berarti subsidi 1000????.

Pertanyaannya ongkos produksi itu apalah layak??? Di zaman megawati Kwik Kian Gie dan ekonom sudah menghitung Ongkos Produksi minyat itu cuman Rp. 630/liter. Tapi karena Standar gaji di Pertamina besar maka komposisi banyak hal jadi tidak terukur, lulusan SMA di Pertaminan di bagium umum (dengan resiko fisik rendah bisa nyampai 15juta/bulan) 

Jangan bandingkan harga minyak dengan luar negeri, faktor  Ekonomi Mikro dan Makronya jelas berubah.  Minyak bisa 13.000,karena standar gajim trasnportasi, komunikasi dan partipisasi untuk bantu biaya pendidikan+pembangunan di sana memang tinggi,kalo di nisi partisipasinya masih rendah loh, masih banyak ngandalin Pajak juga.Segelas teh di sana  bisa 15.000, jadi kalo minyak 13.000, artinya segelas teh lebih mahal dari minyak, atau mungkin tidak teh parameternya, mungkin bisa yang lebih makro.

Terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subsidi itu sebenernya apa sih?????</p>
<p>Kalo rakyat beli 1 liter 5000,sedangkan ongkos produksi 6000, berarti subsidi 1000????.</p>
<p>Pertanyaannya ongkos produksi itu apalah layak??? Di zaman megawati Kwik Kian Gie dan ekonom sudah menghitung Ongkos Produksi minyat itu cuman Rp. 630/liter. Tapi karena Standar gaji di Pertamina besar maka komposisi banyak hal jadi tidak terukur, lulusan SMA di Pertaminan di bagium umum (dengan resiko fisik rendah bisa nyampai 15juta/bulan) </p>
<p>Jangan bandingkan harga minyak dengan luar negeri, faktor  Ekonomi Mikro dan Makronya jelas berubah.  Minyak bisa 13.000,karena standar gajim trasnportasi, komunikasi dan partipisasi untuk bantu biaya pendidikan+pembangunan di sana memang tinggi,kalo di nisi partisipasinya masih rendah loh, masih banyak ngandalin Pajak juga.Segelas teh di sana  bisa 15.000, jadi kalo minyak 13.000, artinya segelas teh lebih mahal dari minyak, atau mungkin tidak teh parameternya, mungkin bisa yang lebih makro.</p>
<p>Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rangga</title>
		<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2084</link>
		<dc:creator>rangga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 06:35:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-2084</guid>
		<description>kesalahan mensubsidi BBM telah dimulai dari jaman Suharto!,negara yang mensubsidi BBM adalah negara kaya:(urutan Murahnya)1.Kuwait,2.Brunei daruss,3.Indonesia.Mengapa kita yg ktnya negara miskin menjual harga BBM ke-3 paling murah dari harga pasar???.Saya lebih setuju BBM tidak usah disubsidi jd harganya Rp.13.000 an / liter. uangnya untuk Sekolah Negeri gk bayar, Berobat ke Dokter gk bayar, ngurus surat-surat gratis kan enak.Paling kl ky saya hanya pk motor perhari menikmati subsidi pemerintah dr BBM =2literxRp.7.000,- =14.000,-.tp bayangkan orang yg pny mobil 4.perhari make BBM min:40 liter maka minimal orang kaya dapet subsidi =Rp.280.000,-/ hari. Ini yang bego Pemerintah atau Rakyatnya???. Pemerintah bego krn ngasih subsidi salah alamat, Rakyatnya bego karena subsidi salah alamat didukung dengan mendemo BBM naik. Saya juga mahasiswa,tetapi mari kita berfikir yang logis dan dg data akurat. Spy kl kt yg kepilih jadi Pemerintah gk ikut2an bego pak..!. Intinya saya menentang subsidi BBM karena sy hny pny motor!!, Pemerintah gk usah subsidi BBM, uangnya pake untuk bangun negara aja. Tp jgn di Korupsi! gw sumpahin kualat loh yang korupsi!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kesalahan mensubsidi BBM telah dimulai dari jaman Suharto!,negara yang mensubsidi BBM adalah negara kaya<img src='http://blog.micokelana.com/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' />urutan Murahnya)1.Kuwait,2.Brunei daruss,3.Indonesia.Mengapa kita yg ktnya negara miskin menjual harga BBM ke-3 paling murah dari harga pasar???.Saya lebih setuju BBM tidak usah disubsidi jd harganya Rp.13.000 an / liter. uangnya untuk Sekolah Negeri gk bayar, Berobat ke Dokter gk bayar, ngurus surat-surat gratis kan enak.Paling kl ky saya hanya pk motor perhari menikmati subsidi pemerintah dr BBM =2literxRp.7.000,- =14.000,-.tp bayangkan orang yg pny mobil 4.perhari make BBM min:40 liter maka minimal orang kaya dapet subsidi =Rp.280.000,-/ hari. Ini yang bego Pemerintah atau Rakyatnya???. Pemerintah bego krn ngasih subsidi salah alamat, Rakyatnya bego karena subsidi salah alamat didukung dengan mendemo BBM naik. Saya juga mahasiswa,tetapi mari kita berfikir yang logis dan dg data akurat. Spy kl kt yg kepilih jadi Pemerintah gk ikut2an bego pak..!. Intinya saya menentang subsidi BBM karena sy hny pny motor!!, Pemerintah gk usah subsidi BBM, uangnya pake untuk bangun negara aja. Tp jgn di Korupsi! gw sumpahin kualat loh yang korupsi!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ivan</title>
		<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-1577</link>
		<dc:creator>ivan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 05:43:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-1577</guid>
		<description>saya juga setuju,,,,
saya juga gak suka dengan aksi2 mahasiswa yang sok mendemo setiap ada permasalahan.. 
harga naik--demo
BBM naik -demo
pengangguran naik--demo

mahasiswa bisanya menyalahkan pemerintah aja padahal mereka sendiri nggak pernah punya prestasi apa2... 
kenapa nggak mereka yang membuka lapangan kerja, kenapa gak mereka yg berusaha melepas ketergantungan BBM.. 

selama ini gak ada tuh hasil karya mereka yang bisa dibanggakan kecuali tawuran, demo dan menambah angka pengangguran.. :((</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya juga setuju,,,,<br />
saya juga gak suka dengan aksi2 mahasiswa yang sok mendemo setiap ada permasalahan..<br />
harga naik&#8211;demo<br />
BBM naik -demo<br />
pengangguran naik&#8211;demo</p>
<p>mahasiswa bisanya menyalahkan pemerintah aja padahal mereka sendiri nggak pernah punya prestasi apa2&#8230;<br />
kenapa nggak mereka yang membuka lapangan kerja, kenapa gak mereka yg berusaha melepas ketergantungan BBM.. </p>
<p>selama ini gak ada tuh hasil karya mereka yang bisa dibanggakan kecuali tawuran, demo dan menambah angka pengangguran.. <img src='http://blog.micokelana.com/smilies/yahoo_cry.gif' alt='&#58;&#40;&#40;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#40;&#40;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micokelana</title>
		<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-1574</link>
		<dc:creator>micokelana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 00:33:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-1574</guid>
		<description>Ipan : Saya setuju pendapat bung ipan bahwa mahasiswa tidak bodoh, saya hanya meyayangkan aksi demo yang disertai tindak kekerasan. Kalau mau diadu antara mahasiswa dengan aparat, pasti mahasiswa ujung-ujungnya mati konyol. Jadi tindak kekerasan itu yang menurut saya BODOH. Masalah BBM naik saya rasa pemerintah juga punya perhitungan sendiri, karena kita juga tau banyak sekali mulut dan otak yang ada dipemerintahan sana.

Memang banyak pakar yang berani mengatakan bahwa BBM tidak perlu naik, tapi ujung-ujungnya mereka cuma OMONG DOANK. Lah para pakar itu orang-orang beduit juga kan, yang susah kan rakyat kecil.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ipan : Saya setuju pendapat bung ipan bahwa mahasiswa tidak bodoh, saya hanya meyayangkan aksi demo yang disertai tindak kekerasan. Kalau mau diadu antara mahasiswa dengan aparat, pasti mahasiswa ujung-ujungnya mati konyol. Jadi tindak kekerasan itu yang menurut saya BODOH. Masalah BBM naik saya rasa pemerintah juga punya perhitungan sendiri, karena kita juga tau banyak sekali mulut dan otak yang ada dipemerintahan sana.</p>
<p>Memang banyak pakar yang berani mengatakan bahwa BBM tidak perlu naik, tapi ujung-ujungnya mereka cuma OMONG DOANK. Lah para pakar itu orang-orang beduit juga kan, yang susah kan rakyat kecil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ipan Pranashakti KIP</title>
		<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-1553</link>
		<dc:creator>Ipan Pranashakti KIP</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 14:17:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-1553</guid>
		<description>saya nambahi analis semata. TIdak benar kalo mahasiswa itu bodoh atau sia-sia.

Kita ekspor minyak kemudian kita juga impor minyak.
Sebenernya kalo dipikir2, dengan materi bisnis tersebut kita hanya terjebak dengan biaya transportasi. Meng-ekspor ke Eropa pake kapal, asuransi, resiko dll. Impor juga gitu biaya yang kita kelurakan setiap satu liter itu termasuk biaya kapal, asuransi, resiko dll untuk impor.

Ini sebuah pembodohan, Cost terbesar kit adalah transportasi. Minyak milik negara, tetapi pengusaha tarnsporasti dan asuransi eksport import itu memang sebgain milik pejabat2 kita.

Minyak milik rakyat, tidak boleh dimanipulasi. 
Saat ini kalo pekerja, petani, pegawaipemda, guru untuk demo jelas toidak ada waktu, sehingga kalo mahaiswa yang demo itu wajar, wajar banget. Siapa lagi kalo tidak mereka, dengan daya tahan yang luar biasa dan lantang. Tidak mungkin hanya berjunag dengan memakai Blog saja, harus action, dan untuk menjaga bergining dengan Pemerintah harus ada yang kontra dengan pemerintah, walau temporari, sebagai bentuk alat kontrol masyarakat.

TOh proses pendewasaan revolusioner  di negeri ini semua lewat demontrasi mahasiswa, silahkan buka sejarah tritura, reformasi dll.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya nambahi analis semata. TIdak benar kalo mahasiswa itu bodoh atau sia-sia.</p>
<p>Kita ekspor minyak kemudian kita juga impor minyak.<br />
Sebenernya kalo dipikir2, dengan materi bisnis tersebut kita hanya terjebak dengan biaya transportasi. Meng-ekspor ke Eropa pake kapal, asuransi, resiko dll. Impor juga gitu biaya yang kita kelurakan setiap satu liter itu termasuk biaya kapal, asuransi, resiko dll untuk impor.</p>
<p>Ini sebuah pembodohan, Cost terbesar kit adalah transportasi. Minyak milik negara, tetapi pengusaha tarnsporasti dan asuransi eksport import itu memang sebgain milik pejabat2 kita.</p>
<p>Minyak milik rakyat, tidak boleh dimanipulasi.<br />
Saat ini kalo pekerja, petani, pegawaipemda, guru untuk demo jelas toidak ada waktu, sehingga kalo mahaiswa yang demo itu wajar, wajar banget. Siapa lagi kalo tidak mereka, dengan daya tahan yang luar biasa dan lantang. Tidak mungkin hanya berjunag dengan memakai Blog saja, harus action, dan untuk menjaga bergining dengan Pemerintah harus ada yang kontra dengan pemerintah, walau temporari, sebagai bentuk alat kontrol masyarakat.</p>
<p>TOh proses pendewasaan revolusioner  di negeri ini semua lewat demontrasi mahasiswa, silahkan buka sejarah tritura, reformasi dll.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: prayogo</title>
		<link>http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-1466</link>
		<dc:creator>prayogo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 03:39:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.micokelana.com/2008/05/21/demo-bbm-politik-bodoh-menurut-saya/#comment-1466</guid>
		<description>Saya tidak pernah mengatakan tidak suka dengan demo. Hanya saja memang belakangan ini, demo sudah benar-benar anarkis. Bukan isu demonya yang di bawah. Dan sepertinya sekarang kalau demo tidak di barengi dengan baku hantam sudah tidak seru lagi. Dan sepertinya kalau demo tidak baku hantam, media juga tidak begitu semangat memberitakannya.

Buat Bung Mico, kabar saya baik-baik saya. Saya saat ini bukan bekerja di LIPI, hanya kebetulan gedungnya di di LIPI. Saya di AIPI-nya...

Sukses Bung, kapan ada projek lagi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak pernah mengatakan tidak suka dengan demo. Hanya saja memang belakangan ini, demo sudah benar-benar anarkis. Bukan isu demonya yang di bawah. Dan sepertinya sekarang kalau demo tidak di barengi dengan baku hantam sudah tidak seru lagi. Dan sepertinya kalau demo tidak baku hantam, media juga tidak begitu semangat memberitakannya.</p>
<p>Buat Bung Mico, kabar saya baik-baik saya. Saya saat ini bukan bekerja di LIPI, hanya kebetulan gedungnya di di LIPI. Saya di AIPI-nya&#8230;</p>
<p>Sukses Bung, kapan ada projek lagi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
