Daily Share, Sociolizm

SMS Santet, Berita Bohong, dan Penyebarannya

05.11.08 | 5 Comments

Om kalo terima sms warnanya merah jangan dibaca ya, langsung dihapus aja….!!!!

Belum lama setiba di rumah mertua di daerah Depok, tiba-tiba saja keponakan saya mengatakan hal tersebut. Tanpa berpikir panjang saya langsung saja merespon perkataan keponakan saya tersebut.

Saya : Memangnya kenapa….???

Keponakan : Itu SMS santet, pokoknya jangan diterima ya…..!!

Dari obrolan saya dengan keponakan yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama Negeri di daerah Depok tersebut, ternyata isu seputar SMS santet sudah marak sekali di lingkungan sekolahnya, bahkan di daerah Depok pun isu tersebut sudah hampir menjadi konsumsi warga sekitar. Saya sendiri tidak menanggapinya dengan serius, karena baru saja saya mengetahui akan hal tersebut.

Setiba dirumah saya lihat berita di DetikInet pada baris kedua terdapat salah satu berita dengan header “SMS Santet Juga Marak di Cirebon”, langsung saya teringat akan perkataan keponakan saya tadi di Depok. Ternyata isu SMS santet tersebut sudah cukup lama, DetikInet saja sudah menayangkan beberapa informasi yang memiliki keterkaitan dengan isu tersebut.

Percaya atau tidak, Tanya ke Pakar SMS

Jika kita berbicara masalah seputar santet erat sekali kaitannya dengan ilmu hitam. Isu di masyarakat seputar santet adalah, jika ada seseorang yang menjadi sasaran santet maka akan ada bola api yang akan menghampiri rumah si target. Anda boleh percaya, ataupun anda lebih memilih untuk tidak percaya. Kalau saya lebih memilih percaya namun tidak ingin tahu lebih jauh akan dunia tersebut.

Jika isu SMS santet tersebut benar, berarti hal tersebut merupakan salah satu contoh penerapan dari pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi, meskipun pemanfaatannya agak sedikit membuat seram seluruh penduduk di dunia ini. Mungkin Bapak Pakar dapat menjelaskan keberadaan SMS santet yang sedang marak beredar di beberapa daerah di Indonesia ini. Mengingat metode komunikasi melalui SMSlah yang sering digunakan oleh Bapak Pakar tersebut.

Klarifikasi, apa perlu …???

Jika benar isu tersebut cukup meresahkan masyarakat luas, adakalanya peran para Operator Selular sangat dibutuhkan, mengingat isu tersebut beredar melalui SMS yang tentu saja dapat diketahui oleh pihak operator, bukan malah dibiarkan begitu saja demi meningkatkan lalu lintas sms yang tentu saja memberikan keuntungan bagi operator.

Memang sebagian orang dengan mudah mengabaikan isu murahan tersebut, akan tetapi adakalanya sebagian orang sangat serius menanggapi hal tersebut.

Masih ingat akan isu Kolor Ijo yang ngetren beberapa tahun silam, dapat disimpulkan bangsa Indonesia masih suka akan cerita-cerita yang berbau mistis dan kurang dapat menyimpulkannya dengan baik, malah terkesan sangat percaya akan hal demikian.

Menurut saya pihak DetikInet tidak mengedukasikan para pembacanya dengan mengeluarkan beberapa artikel yang terkait dengan SMS santet tersebut tanpa ada berita mengenai klarifikasi, apa karena menurut DetikInet klarifikasi berlaku bagi para pembaca koran kelas Pos Kota yand tidak mengenal internet..??

Berita dari Batam Cyber Zone merupakan berita yang menurut saya adalah salah satu contoh berita yang dapat mengedukasikan para pembacanya terhadap isu santet yang beredar di masyarakat luas.

Semoga saja isu-isu seperti ini tidak dijadikan konsumsi oleh bangsa kita sehari-hari, dan himbauan bagi yang panik akan isu sms santet jika memang telah menerimanya usahakan jangan berlebihan sehingga dapat menciptakan pola pikir yang tidak salah.

Share/Save/Bookmark

Related Post

Great Mobile Sites

5 Comments

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.
Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

:

:

Comment Preview

« Artis Jadi Pemimpin Rakyat
» Magento Commerce, Membuat Web eCommerce Bagian 1