Beberapa hari lalu saya mengaktifkan salah satu alat yang disedikan oleh salah satu bank yang cukup terkenal di Indonesia. Dengan alat tersebut memungkinkan kita dapat melakukan transaksi online. Sejak awal saya menjadi nasabah, belum kepikiran untuk menggunakan alat tersebut, walaupun layanan perbankan melalui internet sudah saya nikmati, walaupun hanya untuk mengecek saldo tabungan maupun melihat history transaksi.
Kejadian bermula pada malam takbiran lalu saya membeli pulsa melalui ATM terdekat yang disediakan oleh BANK. Memand dasar idiot, saya meinggalkan kartu ATM didalam ATM tersebut. Naasnya saya merasa belum mengeluarkan kartu ATM tersebut pada saat menyudahi transaksi.
Hari ketiga Idul Fitri saya dan keluarga hendak pergi ke Bogor, karena persedian stok di dompet saya sudah menipis, saya memutuskan untuk mengisi persediaan dompet pada ATM di kawasan Bogor.
Dasar idiot, saya baru sadar kartu ATM tidak berada di dompet. Tanpa pikir panjang hal pertama yang saya lakukan adalah melakukan pengecekan saldo (Padahal saldonya gak ada … he…he..). Karena cuma modal ponsel CDMA murahan, ya gadget tersebut yang saya gunakan untuk melakukan layanan perbankan melalui SMS. Untungnya saldo rekening saya masih utuh, tanpa terpotong sedikitpun. Alhamdulillah, masih milik berarti. Sayapun memilih untuk tidak memblokir transaksi perbankan pada rekening saya. Selama beberapa hari hingga hari aktif beberapa kantor-kantor di Jakarta, kalau tidak salah hari Rabu, 17 Oktober lalu saya pergi ke salah satu cabang BANK yang berada di Pondok Indah Plaza.
Setelah mendapatkan nomor antrian ke-33 dan menunggu sekitar 2 jam lebih …..
Ternyata proses pengaktifan kartu ATM baru untuk saya belum bisa dilakukan, dengan alasan kantor BANK cabang asal saya baru buka hari Senin, 22 Oktober 2007. Si Emba CS memohon maaf kepada saya, karena kami harus melakukan konfirmasi ke cabang asal.
Dan naasnya lagi saya juga tidak dapat melakukan transaksi tunai melalui loket kasir, karena setiap transaksi di loket harus menyertakan kartu ATM. Mana hari senin masih cukup lama, persediaan dompet sudah kritis…….
Ya begitulah sedikit kronologi mengapa saya mengaktifkan alat sebagai mediator transaksi perbankan online.
Tes Pembelian pulsa
Untungnya operator CDMA yang saya gunakan telah bekerja sama dengan BANK tempat saya menabung. Pilihan transaksi pembelian pulsa prepaid sebesar dua puluh lima ribu rupiah saya lakukan, agak sedikit bingung untuk pertama kalinya, sambil membaca buku kecil akhirnya transaksi pulsa berhasil dilakukan.

Voucher yang anda masukkan Rp. 25.000, ……..
Seperti diatas pesan operator CDMA yang saya gunakan sebagai pertanda pengisian pulsa berhasil dilakukan.
Wah cukup simple juga ternyata melakukan transaksi perbankan secara online.


Mas, saya dulu pernah beberapa kali gagal transaksi menggunakan perbankan online dari BANK tempat saya menabung. KOnfirmasi sudah saya lakukan tapi, transaksi yg gagal dan sudah memotong saldo tidak dapat dikembalikan. Sedih
Kok bisa begitu mba, kan ketika kita transaksi ada alat yang digunakan sebagai enkripsi, dan biasanya history transaksi jelas kok baik ketika cetak buku ataupun cek melalui fasilitas yang disediakan oleh layanan online BANK mba.