Jika membandingkan angka 21 dan 212 yang dapat saya tangkap secara cepat adalah bioskop dan serial tv wiro sableng yang pernah di siarkan disalah satu stasiun TV swasta beberapa tahun silam. Jika bioskop merupakan prasarana untuk menonton film-film box office yang teranyar dan membutuhkan biaya sedangkan serial wiro sableng dapat kita saksikan gratis tanpa membayar (kecuali listrik ya). Yang jelas angka 212 tidak ada hubungannya dengan angka 21 ataupun sebaliknya.
Anda pasti tau dan sudah hapal betul kata-kata yang selalu di ucapkan oleh Tukul Arwana dalam Talk Show yang memang dibawakan oleh dia sendiri. “Kembali ke Laptop”, dengan akses mulut agak maju sedikit…. Anda tidak perlu mengikutinya, karena kemungkinan besar bibir anda juga akan seperti Tukul nantinya.
Angka 21 sebenarnya lebih pantas disandingkan dengan angka 550, kenapa demikian?, karena tidak lama lagi para wakil rakyat kita yang bernaung dibawah lembaga tinggi negara Indonesia ini akan mendapatkan hadiah. Tentunya hadiah tersebut berhubungan erat dengan angka 21 dan 550.
21 juta untuk 550 orang
550 orang anggota lembaga tinggi negara kita akan mendapatkan hadiah laptop bernilai 21 juta. Mungkin angka 21 juta tersebut merupakan angka resmi yang dianggarkan secara rinci, namun dalam pelaksanaanya angka tersebut bisa saja dibalik menjadi 12. ![]()
Tentunya jika kita menilai angka 21 itu merupakan angka yang cukup besar jika digandengkan dengan kata juta. Jika angka 21 juta tersebut dianggap sama dengan spesifikasi laptop yang ada pada website bhinneka.com maka kita akan mendapatkan spesifikasi laptop dengan kelengkapan fitur-fitur komputasi cukup tinggi.
Saya mengambil kesimpulan bahwa tim survey pembeli hadiah tersebut memilih merk toshiba, maka spesifikasi laptop berikutlah yang mungkin sesuai dengan anggaran tersebut :
TOSHIBA Portege M400 (V) –> Rp. 19,717,075
TOSHIBA Portege M400-1015E –> Rp. 21,449,000
TOSHIBA Satellite A100-3112E –> Rp. 20,465,000
Spesifikasi laptop diatas menurut saya cukup tinggi dan memiliki harga yang cukup tinggi juga, namun jika ternyata angka 21 tersebut berubah menjadi 12, maka spesifikasi berikutlah yang mungkin akan dibeli oleh tim pembeli hadiah, (dengan merk yang sama seperti spek angka 21) :
TOSHIBA Satellite M100-1113E –> Rp. 11,147,000
TOSHIBA Satellite M100-1311E –> Rp. 11,799,000
TOSHIBA Satellite M100-2321E –> Rp. 12,799,000
Nah anda bisa bayangkan bagaimana spesifikasi dan sedikit gambaran harga dan spesifikasi jika tim pembeli hadiah memilih salah satu spesifikasi laptop diatas. Namun bhinneka.com tidak akan menjadi pilihan para tim pembeli hadiah, pastinya tim pembeli hadiah akan mencari potongan harga yang lebih wah lagi, karena akan membeli 550 unit.
Jika menurut DetikInet.Com anggarannya mencapai Rp 12,1 miliar, menurut saya cukup besar jika harus menghadiahkan para anggota lembaga tinggi negara dengan sebuah unit laptop berlabel 21.
Dengan pendapatan gaji yang mereka peroleh tiap bulan saja mungkin mereka bisa membeli sampai 2 unit laptop, belum lagi pendapatan-pendapatan lain yang memang jerih payah mereka sendiri
.
Jika saja anggaran Rp. 12,1 miliar tersebut dialihkan ke korban lumpur lapindo, korban kapal levina, korban bencana lainnya, atau untuk mengembangkan sektor pendidikan di kota-kota tertinggal, malah lebih bagus lagi menghadiahi guru dengan laptop seharga 6 juta sudah sangat bermanfaat.
Yah namanya juga tender……


yaah.. memangnya lapotopnya apa aja sih keunggulannya. Lagian kebutuhan Anggota Dewan untuk apa aja ya.. kalau cuman untuk ngetik-ngetik doang ..yacch pakai yang 8 jutaan itu sudah cukup. sisanya untuk korban bencana alam ….lebih afdol..kan..!
Emang benar2 tidak punya hati nurani.
Saya terus terang bingung melihat pola dan tingkah laku mereka.
indonesia banget
Jangan2 cuma biar bisa ‘gaya’ aja kemana2 nenteng laptop, takut kalah sama Tukul Arwana