Pasti kita semua pernah tahu dan pernah hapal lagu masa kanak-kanak dulu.
pelangi-pelangi alangkah indah mu
merah, kuning, hijau dilangit yang biru
pelukis Mu Agung Siapa Gerangan..??
—sengaja dipotong–
Kurang lebih seperti diatas penggalan liriknya. Lagu tersebut merupakan salah satu lagu favorit saya ketika kecil dulu. Meskipun sudah bukan kategori anak-anak saya masih ingat lagu tersebut hingga kini saya berumur 23 tahun. Apa diantara kita ada yang lupa lirik lagu tersebut ??
Sebenarnya bukan lagu pelangi-pelangi yang akan saya bahas, melainkan warna-warni banjir di jakarta pasca banjir tentunya. Jika sebelumnya saya lebih menonjolkan liputan-liputan sederhana mengenai banjir dibeberapa lokasi yang tidak jauh dari jangkauan saya beserta gambar-gambar pendukung.
Minggu, 11 Pebruari kemarin saya pergi menuju halim, karena saya hanya mengetahui jalur terdekat melalui Kalibata, ya jalur lebak-bulus–>cilandak–>pasar minggu–>kalibata–>cawang–>halim yang saya tempuh. Namun sungguh tragis pemandangan yang saya lihat didaerah kalibata. Tak jauh dari Kalibata Mall kerumunan partai politik menyempatkan mendirikan posko untuk penanggulangan banjir dilokasi tersebut. Sambil membawa berbagai atribut partainya dan memberikan selebaran-selebaran kepada para pengendara yang lewat. Isi dari selebaran tersebut berisikan program nyata mereka untuk menangani jakarta. Oh iya pemandangan yang menurut saya tragis adalah banyak rumah yang hancur akibat banjir, jalan utama pun masih dipenuhi lumpur.
Kesempatan dalam Kesengsaraan
Dengan mengedepankan kemanusiaan, sosial, persaudaraan serta apapun itu menurut saya oknum-oknum dibawah ini jelas memiliki maksud tertentu. Tentunya ini menurut kacamata saya, bukan kacamata anda atau kacamata yang dijual diemperan maupun ditoko-toko.
1. ParPol
Ya, oknum parpol inilah yang menurut saya adalah salah satu oknum yang memiliki maksud dan tujuan yang tentunya menurut saya aji mumpung. Mumpung rakyat lagi susah saya maju ah, biar rakyat simpati, saya kasih sembako, pakaian, obat-obatan dan gerakan-gerakan lain yang dapat menarik simpati rakyat. Tentunya dampak dari gerakan-gerakan tersebut menarik masa dari rakyat yang kesusahan tersebut.
2. Artis
Apalagi yang dicari sih..?? apa masih kurang terkenal..!!! saya memang tidak tahu apa benar mereka murni untuk tujuan sosial turun ke jalan membantu rakyat. Apa hanya untuk memamerkan riasan wajah mereka yang lebih bersih dibandingkan para korban banjir, sambil menenteng beras, nasi bungkus, dll.
3. Pejabat Pemerintahan
Bayangkan ketika saya dan rekan sedang menyalurkan tiba-tiba datang orang yang memberitahukan bahwa dia adalah Ketua RW ditempat tersebut, dan menyatakan bahwa banyak warganya yang terkena banjir. Masih aja bawa jabatan, RT, RW, Menteri…copot dulu lah jabatan itu, langsung saja turun bantu rekan-rekan kita yang terkena musibah tersebut.
Intinya saya agak merenggut bibir (agak sinis) jika mendengar oknum-oknum tersebut diatas yang turun serta membantu rakyat. Memang saya tidak boleh berprasangka buruk terhadap oknum-oknum tersebut, tetapi jelas terlihat ada misi-misi tersembunyi didalamnya.
Penggalan kata berikut saya saksikan langsung di wawancara korban banjir disalah satu stasiun TV.
Kami gak butuh artis atau penghibur lainya
yang kami butuhkan adalah makan ..!!!!
Ya Tuhan berikanlah mereka kekuatan untuk menghadapi berbagai cobaan ini. Serta sudahi segala bencana yang sedang melanda ini.


wah, postinganya berbau politik sekali,
yang di post disini ngga ada yang salah kok, he he he, sepertinya kita butuh seorang yang tangan besi untuk memerintah negara ini….
pemerintah militer, rakyat takut, pemerintah demokrat, hukum lemah, zzzzz
pindah ke kalimantan saja, relatif lebih aman, lagian lahan masih luhas tuh. Gimana?
Wah tumben lo mic, bicara masalah politik.
Mau banting setir jadi pengamat politik ya?
raffael : politik itu bau yah..??
helgeduelbek : pindah ke kalimantan..?? apa itu solusinya pak?, klo warga Jakarta pindah ke Kalimantan, pasti Kalimantan juga banjir lo pak. Gak nyesel nanti pak..??
prayogo : apa ini politik yog, orang gw cuman nyanyi pelangi-pelangi aja kok.
Ada satu lagu om anggota DPRD rame-rame pada ke JKt haalah ngak nyambung
Cool…
Cool!