Dua hari sudah hujan mengguyur jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek). Bukan hanya gerimis tetapi hujan dengan kapasitas yang cukup besar melanda hampir setiap lokasi. Hingga tadi malam hujan tak hentinya menurunkan airnya yang menyebabkan pagi ini sebagian dari kita tidak dapat menjalani aktifitas sebagaimana mestinya.
Bukan karena turunnya hujan yang menyebabkan sebagian dari kita tidak dapat beraktifitas normal, melainkan air hujan yang turun tersebut tidak dapat ditampung oleh daerah tempat tinggal kita ini. Banjir disana sini, tentunya dengan volume air yang bervariatif, kisaran 50 cm hingga 100 cm lebih. Kota Jakarta yang dipenuhi oleh gedung-gedung bertingkat dan fasilitas-fasilitas modernpun lumpuh oleh air hujan yang turun selama dua hari berturut-turut.
Berita-berita tentang banjir dibeberapa daerah kawasan jabodetabek dapat dengan mudah kita dapatkan dari berbagai media yang ada. Akan tetapi saya akan memberikan sedikit laporan mengenai perjalanan saya mulai dari rumah hingga sampai dikantor pagi ini.
Biasanya selepas shubuh saya sudah sarapan, bersih-bersih, hingga kurang dari pukul 6 pagi saya siap berangkat ke kantor. Tapi lain dari biasanya pagi ini saya masih belum juga berani untuk berangkat ke kantor karena dibeberapa stasiun TV menyiarkan tentang beberapa ruas jalan yang terhambat oleh genangan air yang cukup tinggi.
Karena sudah rapi mengenakan pakaian kerja, dan optimis bahwa hujan akan berhenti saya tidak berani untuk melakukan hal-hal yang dapat membuat kusut pakaian yang saya kenakan. Dengan terus memegang telepon seluler untuk memberitahukan dan menanyakan bagaimana situasi saat ini diluar sana.
Pertama saya menelpon teman sekantor yang berlokasi didaerah bintaro, ternyata dia juga tidak masuk kantor hari ini, karena jalan menuju kantor dari arah bintaro ditutup. Bukan ditutup oleh pihak tertentu, melainkan ketinggian air sudah mencapai kurang lebih diatas 120 cm. Mendengar hal tersebut saya sempat pasrah dan tidak ingin berangkat kekantor.
Pukul 09:30 hujan mulai mengurangi kapasitasnya, saya pun bergegas menuju kekantor menggunakan sepeda motor. Tak jauh dari rumah saya masih dikawasan ciputat juga air sudah mulai menggenangi dibeberapa perumahan dan jalan umum. Berikut ini beberapa gambar yang saya ambil pagi tadi.
jalan alternatif menuju ciputat (pondok hijau)
jalan menuju cirendeu/kampung utan ciputat
warga yang bertugas menjaga aliran air kali, oh iya mereka mendapat 5 ekor ikan. Senang juga ternyata mereka dengan adanya banjir ![]()
Nampak air kali sudah naik dan menyebar luas
Gambar diatas adalah salah satu perumahan (saya lupa namanya) tetapi yang jelas diperumahan tersebut salah satu teman kantor saya tinggal. Dan benar mereka juga kebanjiran, saya sempat berhenti dan berbicara dengan anggota keluarganya, ketinggian air saat itu kurang lebih diatas 100 cm.
Warga yang rumahnya kebanjiran menjauh dari tempat tinggal mereka.
Sungguh tragis perjalanan saya hari ini menuju kantor. Tak hanya itu, di jalan kampung utan ciputat, tepatnya didepan Universitas Islam Negeri (UIN) sepeda motor yang ditumpangi oleh pasangan suami isteri yang hendak berangkat ke kantor tergelincir dan terjatuh. Mengerikannya motor tersebut berada tepat didepan saya, pada saat jatuhnya motor tersebut saya sudah tidak berbuat apa-apa, menyelamatkan diri adalah yang utama. Meski sempat bersentuhan dengan ban motor yang terjatuh tersebut saya masih dapat terhindar dari kecelakaan yang sudah didepan mata.
Berhenti sejenak dan tidak terpikir untuk membantu korban kecelakaan (untung warga sigap langsung menggotong kedua pasangan tersebut beserta motornya). Seorang bapak menghampiri saya dan berkata “gak apa-apa kan pak..??” saya sempat terdiam dan menjawab “oh.. gak apa-apa pak”…..
perjalanan saya lanjutkan kembali…hingga sampai dikantor. ![]()
Pesan :
Bagi anda yang menggunakan kendaraan bermotor terutama sepeda motor kurangi laju kecepatan anda dikecepatan stabil antara 40-60 km. Keselamatan diri anda adalah hal utama.
Bagi korban banjir tetap tabah dan terus berusaha, ini merupakan kejadian alam yang memang tidak bisa kita hindari (mungkin ini salah kita juga).









mic, ini akhirnya sampe kantor apa balek ke rumah lagi, situasi terakhir gimana
? ditunggu reportasenya, 
Semoga cepat surut kalau gak ngungsi ke istina kepresidenan atau ke gedung dpr/mpr saja, iseng2 kemping hahahahaha
Mudah-mudahan musibah banjir dan segala aksesnya segera berakhir.
Sepertinya banjir masih harus akrab dengan kita (penduduk jakarta). Mungkin untuk satu minggu kedepan jakarta masih akan terendam banjir, mengingat hujan masih turun terus.
info: kemarin saya mau ke daerah utan kayu (ke rumah pacar), nggak taunya jalan di kebon nanas banjir setinggi dada orang dewasa, eh akhirnya saya naik ojek perahu dengan bayar 20 ribu, he he he jakarta oh jakarta. Untung di tempat saya tdk kena, Alhamdulillah. Rumah lo gimana mic, kena tdk?
rumah gw sih gak yog, tapi yang diphoto2 itu deket rumah gw semuanya. Sumpah kurang dari 1 kilo jaraknya.