Pocong2, kebanyakan zoom in

Bermula dari pencarian sebuah tempat tinggal (*baca kos-kosan) Maya (Revalina Estemat) dan kekasihnya Adam (Ringgo Agus Rahman) menemukan sebaris iklan di surat kabar yang menawarkan sebuah kamar apartement dengan harga sangat murah. Setelah melihat lokasi dan kamar dari apartement tersebut Maya langsung tertarik dan tanpa pikir panjang ingin menempati kamar apartement tersebut.

Maya yang memiliki seorang adik bernama Andin (Risti Tagor) sudah tidak memiliki kedua orangtua. Kedua kakak beradik itu tinggal berdua dengan berbagai macam permasalahan yang harus mereka selesaikan berdua. Andin yang sedikit cemburu karena kakaknya (Maya) telah bertunangan dan tidak lama lagi akan menikah, menunjukkan perilaku sedikit kasar kepada kakaknya. Tetapi Maya sebagai seorang kakak berusaha menunjukkan rasa kasih sayang yang lebih kepada adiknya tersebut.

Berbagai kejadian seram mulai mereka hadapi ketika mulai pindah ke apartemen baru tersebut, Andin yang pertama kali dihantui oleh mahkluk gaib berwujud pocong mendadak shock berat dan menjadi murung. Maya dan Adam tidak percaya terhadap hal yang dialami oleh adiknya, hingga ketiga kalinya Andin selalu diperlihatkan wujud menyeramkan pocong tersebut akhirnya Maya yang bekerja sebagai asisten dosen mendapat bantuan dari dua orang mahasiswa bimbinganya untuk pergi ke paranormal.

Tidak percaya akan hal yang disampaikan oleh paranormal, membuat sang paranormal memberitahu bahwa sebelumnya Maya pun telah bermimpi bertemu dengan pocong tersebut. Mendengar hal itu mendadak Maya pun percaya apa yang dikatakan oleh paranormal tersebut, hingga sang paranormal membuka mata bathin Maya agar lebih sensitif terhadap hal-hal ghaib.

“Kejadian yang berbahaya sebenarnya bukan pocong, tetapi ada hal lain yang lebih berbahaya yang akan menimpa kalian berdua” (*sang paranormal berkata kepada Maya)”.

Maya berusaha mencari informasi lebih mengenai bahaya apa yang akan menimpa ia dan adiknya tersayang. Entah apa yang membawa Maya untuk menanyakan informasi kepada Kepala Sekolah Andin. Alhasil Maya mendapatkan informasi bahwa 4 tahun yang lalu ada murid yang meninggal tidak wajar, seluruh anggota keluarga murid tersebut meninggal dengan kondisi rumah habis terbakar, dan murid tersebut sebelumnya diperkosa terlebih dahulu. Murid yang meninggal tersebut mempunyai seorang kakak laki-laki yang sangat sayang dan mencintainya, hingga kematian adiknya selalu menghantui dan ia pun tak sadar bahwa dirinya telah mati.

Diakhir cerita pocong 2 ini Maya, Andin dan Adam baru menyadari bahwa tempat tinggal yang selama ini mereka tempati adalah hanya hutan sepi tanpa ada penghuni. :-D

Apa hubungannya dengan pocong…???

Saya yang menonton Pocong 2 sabtu 30 Desember lalu di Depok Town Square agak sedikit bingung akan alur cerita dari film buatan Rudi Soedjarwo ini. Maksud keberadaan pocong tersebut pun bukan sebagai objek utama dalam cerita, padahal judul film tersebut menjelaskan poconglah sebagai objek utama dalam cerita. Film yang diambil dengan teknik “zoom in” oleh sutradaranya ini membuat penonton kurang fokus mendapatkan objek-objek didalam film yang diperbesar oleh kamera. Mungkin ada tujuan pengambilan gambar dengan teknik zoom in tersebut.

Pocong 2 yang pada leafletnya disebutkan embel-embel “lebih seram dari pocong 1″ ini menurut saya tidak seseram yang ditampilkan. Jika dibandingkan dengan Kuntilanak besutan Rizal Mantovani lebih menegangkan dan memiliki alur cerita yang menarik.

Blogged with Flock

  • Share/Bookmark

11 Responses to “Pocong2, kebanyakan zoom in”

  1. Herman Saksono 31. Dec, 2006 at 5:25 pm #

    Jangan-jangan genrenya memang horror arthouse gitu?

  2. Atha 04. Jan, 2007 at 1:53 pm #

    Tak tahu, tak pernah nonton film indonesia di bioskop. Malas, paling nanti di putar juga di RCTI atau INDOSIAR :d

  3. wildan ganteng 24. Jan, 2007 at 9:05 pm #

    :):((

  4. TIM 02. Feb, 2007 at 9:19 am #

    :x:-”:”>@};-

  5. tazky 02. Feb, 2007 at 3:57 pm #

    :d:):(8-|:-w(:|>:px(
    sumpah,,,gw bosen abiessss nontonnya!!!!I MEAN,,CAN YOU MAKE A GOOD HORROR MOVIE??!!

  6. lintang 05. Feb, 2007 at 12:56 pm #

    buat gw filmnya lumayan ngagetin gtu d,, apalagi waktu pertama kali pocongnya keluar,trus waktu pocongnya jd guling,,gile bo gw jd parno sendiri waktu tidur….:o

  7. micokelana 05. Feb, 2007 at 3:21 pm #

    lintang : penakut sih, he..he… makanya pas tidur minta ditemenin biar gak takut

  8. DJ_Azz 05. Feb, 2007 at 11:16 pm #

    cool abiezzzzzzzz………..

  9. anaz 08. Jul, 2007 at 11:37 am #

    :d/:”>
    Pocong2 itu menurut gw kurang sereem, coz lebih sereman gw gtu loh…..

  10. eka 21. Jul, 2007 at 12:00 am #

    :d:-\” anaz lu lebih serem karna lu rajanya pocong

  11. inthund 24. Jul, 2007 at 3:48 pm #

    :)>- pizz.. ah nonton pocong mah,filmnya lmyn bgus tp kurang nyanbung aj m jdul, pcongnya seakan-akan bukan pemeran utama. bwat lo yang g pernah ntn film indonesia d bioskop.. lo emg gmw ntn apa emg g pnya duit?? jujur aj broo…
    hargain hasil karya bangsa sendiri donk.. :)>-:d:d/

Leave a Reply