Sore ini, 20 November 2006 Presiden Bush telah tiba di bandara halim Indonesia. Tentu saja kedatangannya ke Indonesia memunculkan banyak sekali kontroversi yang hampir setiap hari menjadi berita hangat diberbagai media, baik cetak maupun elektronik.
Sejak pukul 17:30 Metro TV menayangkan secara langsung berita kunjungan Bush ke Bogor dengan topik “5 Jam di Bogor”.
Waktu yang singkat, tetapi cukup menggencarkan hampir seluruh pelosok daerah di Indonesia. Lebih banyak kontra yang ditimbulkan akibat kedatangan presiden Bush ini. Saya pribadi mungkin salah satu orang yang mendukung kedatangan presiden Bush ke tanah air. Tidak melihat arogansi yang ia buat terhadap banyak negara-negara Timur Tengah, tapi melihatnya sebagai suatu hubungan diplomasi yang dinamis.
Kenapa demikian…. Bayangkan saja perekonomian kita yang kian hari kian terpuruk, mungkin ini salah satunya yang akan membangkitkan gairah perekonomian kita dimata dunia asing. Meskipun kita hanya dapat meminjam dana yang sangat besar dan tentu saja dana tersebut besar kemungkinannya di korupsi oleh oknum-oknum tertentu.
Jika Bush saja sudah berani berkunjung ke Indonesia, mungkin tidak lama lagi akan ada deretan presiden-presiden lainnya yang akan masuk daftar antrian untuk berkunjung ke Indonesia. Memang kedatangan Bush dijaga ketat dan di desain serapi mungkin, hingga negara berani membuat tempat pemberhentian helikopter yang membawa Bush Ke bogor. Mungkin untuk kedatangan Bush ini Indonesia mengeluarkan hampir semua tentara andalannya…???
Pamor Indonesia mungkin akan naik jika kita bandingkan dengan rating salah satu televisi di Indonesia akibat kedatangan Bush ini, tentu saja dampak negatif akan selalu ada, tetapi dampak positif juga akan selalu ditimbulkan.
Positif ajalah, gak usah demo-demo buang-buang tenaga….. :-D
Blogged with Flock
Hi, my name is MicoKelana, I'm an experienced web developer from Jakarta, Indonesia. I'm familiar with Open Source CMS such as Joomla, Drupal & Wordpress. See my portofolio: at 


siapa sih teroris sejati itu… ya bos jus itu!!
:d ya bener juga sih….?? tapi lihat lah dari sudut pandang yang berbeda….
:d, ya be positive thinking is better than bad thinking. Coz our people had more emotional if our country had a relationship with US and other US friends. When Indonesia goin’ better, especially for economic and human infrastucture.
MUI tadinya menentang keras kedatangan Bush. Lalu SBY ketemuan dengan mereka, dan lalu mereka merubah sikap menjadi menyayangkannya.
Yang banyak orang tidak paham, Amerika itu adalah PREMANnya dunia. Gimana cara kita menghadapi preman, kalau kita tidak cukup kuat untuk melawannya ? Yang paling tepat adalah dengan diplomatis “eh apa kabar bang! wah tambah ganteng aja, yuk nongkrong ngobrol2 dulu, gua traktir bandrek nih, bla bla bla”, lupa deh premannya dengan niatnya untuk malak :)
Sementara itu, diam-diam kita terus membangun kekuatan, sampai akhirnya menjadi cukup kuat untuk menghadapi preman ini.
Ini posisi Korea Utara, Malaysia; Amerika sudah sulit mau mempalaki mereka, karena mereka sudah besar powernya.
Tapi apa yang akan terjadi kalau kita hadapi dengan frontal pada kondisi lemah ? “Eh preman kunyuk, sini loe” — bonyok deh kita, he he
Beberapa presiden yang nekat melawan preman ketika kondisi belum memungkinkan sudah pada menjadi korban. Soekarno ditelikung CIA dan dikudeta Soeharto (berdasarkan dokumen2 CIA sendiri). Zia ul Haq mati ketika pesawatnya diledakkan.
Ada juga yang hoki dan masih selamat, seperti Fidel Castro. Namun menurut pengawal pribadinya, sudah ada 500 kali lebih usaha pembunuhan oleh CIA terhadap ybs.
Yang dilakukan SBY disini adalah diplomasi. Ada kerugian di sisi kita (mentraktir “bandrek” / biaya 6 milyar), namun di lain pihak sepertinya ada keberhasilan mengelakkan kerugian yang lebih besar (kalau menilik sikap Bush sebelum pulang).
Bush jelas adalah teroris paling kejam saat ini. Wajar jika jadi banyak orang yang berdemo menentang kedatangannya.
Namun di lain pihak, kita juga perlu memahami mengapa pemerintah lebih memilih bersikap diplomatis.