Pukul 21:00 WIB Indosiar menayangkan secara langsung siapa saja para nominasi FFI 2006 yang akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang. Panggung yang cukup megah berlatarkan salah satu ciri khas budaya Indonesia, entah dengan nama apa saya harus menyebutkan namanya, yang jelas latar tersebut biasa digunakan oleh para pewayang negeri (mungkin anda paham apa yang saya maksud..).
Acara tersebut dibuka oleh group vokal komedi (soalnya sok lucu gitu) “Wong Pitoe” dengan mengalunkan tembang dari “Seriues” yang merupakan Band Rock yang terkenal dengan lagunya “Rocker Juga Manusia”, dan diiringi beberapa tari-tarian modern. Ferry Salim dan Sarah Sechan yang memandu jalannya acara tersebut hingga akhir.
Cukup banyak nominasi-nominasi yang akan memperebutkan gelar penghargaan “Piala Citra” pada bulan Desember nanti, mulai dari film bioskop, FTV, Sinetron, maupun orang-orang yang terlibat didalam proses pembuatan film tersebut.
Saya pribadi melihat acara semalam tidaklah istimewa, malah menurut saya acara nominasi semalam benar-benar membosankan, mungkin ini tanggapan saya saja. Tapi jelas kok, dengan latar Indonesia yang cukup kental tapi isi dari acara tersebut tidak nyambung dengan tema yang ditampilkan. Malah ada beberapa artis yang mengenakan kostum-kostum yang aneh-aneh (emangnya pesta kostum yah..?), dan juga yang dikedepankan latar-latar suara dari beberapa musik rock di Indonesia (penghargaan Film atau Festival Rock yah…???).
Memang saya sendiri tidak menyaksikan acara tersebut hingga akhir acara, karena sudah bosan melihat ketidaknyamanan yang disuguhkan oleh beberapa selebritis Indonesia yang gak jelas maksudnya apa pada acara tersebut. Belum lagi paduan Ferry Salim dan Sarah Sechan yang benar-benar membosankan. Kalau boleh memilih lebih baik hanya Sarah Sechan saja yang memandu jalannya acara pembacaan nominasi FFI tersebut.
Yah mudah-mudahan acara puncaknya pada bulan desember mendatang dapat memuaskan kita semua. Hidup perfilman Indonesia
Blogged with Flock

