Daily Share, Sociolizm

Stuck On That Moment

10.17.06 | No Comments

Minggu 15 Oktober, saya dan rekan niat pergi ke Mangga Dua untuk membeli beberapa peralatan komputer dan mengambil beberapa peralatan komputer yang diservis. Kami pergi menggunakan motor dari Depok menuju Mangga Dua. Setiba di Kuningan-Mampang mata saya terasa berat, karena tak ingin terjadi sesuatu akhirnya saya dan rekan merubah rencana, yaitu dengan memarkir motor di parkiran Blok-M Plaza dan menuju Mangga Dua menggunakan Busway.

Setiba di Blok-M Plaza belum ada tanda-tanda akan terjadi hal-hal yang membuat hati tak enak, tapi ternyata memasuki parkiran motor nampak beberapa motor tidak dapat masuk karena parkir telah penuh. Melihat kejadian ini biasa saja saya tetap menunggu dan masuk kedalam daftar tunggu untuk memasuki area parkir motor.

5 menit berlalu akhirnya saya dan rekan kebagian juga untuk memarkirkan motor di area parkir, Meskipun begitu banyak motor yang parkir, dengan jerih payah akhirnya dapat juga posisi yang strategis. Saya dan rekan langsung menuju lift untuk keluar dari Blok-M Plaza menuju tempat pembelian karcis Busway di terminal Blok-M.

Ough…..!!!!

Saya dan rekan masih berada didepan pintu masuk Blok-M Plazza sambil melihat kerumunan orang yang begitu banyak di jembatan penyebrangan menuju Blok-M-Mall. Tanpa ragu dan pikir panjang saya dan rekan mendekat ke kerumunan orang tersebut dan berjalan menuju tempat pembelian karcis busway.

Ternyata inilah hal yang sangat menyebalkan, mulai naik jembatan penyebrangan rasanya seperti antrian di Dufan jika ingin naik salah satu permainan. Langkah kaki hanya dapat melangkah beberapa centi meter, dan karena begitu banyak kerumunan orang baju yang saya kenakan sudah mulai lembab oleh keringat. Kurang lebih 15 menit saya dan rekan baru dapat meloloskan diri dari arena pertama tersebut (Jembatan Penyebrangan). Ibarat game, itu merupakan level pertama dan sekarang memasuki level kedua.

Turun dari jembatan penyebarangan ternyata tidak membuat surut orang-orang yang ada disekeliling saya, melainkan malah bertambah banyak orang dilevel kedua ini. Masih dengan langkah kaki yang begitu dekat, saya dan rekan belum juga sampai ke tempat pembelian karcis busway. Mencoba sambil mencari jalan pintas, tapi tidak kami dapatkan, akhirnya kami ikuti saja arus lalu lintas orang-orang yang begitu banyak tersebut.

30 menit mungkin waktu untuk menyelesaikan level kedua tersebut, dan kami memasuki level ketiga (Tempat pembelian karcis busway).

Dugh….!!!

Ternyata antriannya tidak kalah panjang.
Karena kami sudah menyelesaikan level 1 dan level 2 dengan kondisi dan hampir sama, melihat kondisi level 3 kami agak tidak menghiraukannya. Kami ikuti saja antrian hingga mendapatkan dua karcis busway. Dengan senang hati saya dan rekan menyelesaikan level 3 tersebut.

Level 4 (Menuju ke ruang tunggu busway)

Rasanya semua level yang kami lalui hampir sama, hanya saja dengan beberapa kejadian yang berbeda. di level 4 ini orang-orang sudah terlihat begitu kasar, karena terasa dorongan dari bagian belakang, samping dan hampir semua anggota badan.

Kurang dari 20 menit akhirnya saya dan rekan dapat duduk dengan leluasa dan merasakan sejuknya udara didalam Busway. Ugh… akhirnya ….

Saran :
Bagi yang ingin belanja lebaran lebih baik hindari belanja di wilayah Blok-M, karena akan sangat menguras tenaga kita.

Share/Save/Bookmark

Related Post

  • No Related Post
Great Mobile Sites

speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.
Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

:

:

Comment Preview

« Serba Dadakan
» Minal Aidin Wal Faidzin